Hal terpenting dalam berbisnis adalah pemahaman kita mengenai market atau pasar. Sebagus apapun produk atau jasa yang ditawarkan, jika tidak mampu menyampaikan value tersebut kepada pasar itu hal yang percuma. Ada baiknya jika kita memulai bisnis dengan pengenali pasar kita terlebih dahulu. Dari situ kita bisa tahu kebutuhan mereka, behaviour mereka, ketertarikan mereka, dan daya beli mereka. Dengan pemahaman tersebut, baru kita bisa menciptakan produk yang sesuai dengan pasar ini. Lalu yang tak kalah penting selain penciptaan produk adalah bagaimana cara kita mengejar pasar sasaran kita, atau singkatnya disebut Marketing. Namun yang menjadi masalah baru adalah… apakah marketing zaman dahulu dengan sekarang sama? Nah disini saya akan membahas mengenai perubahan market yang terjadi, dan bagaimana cara menyikapinya. Mulai dari bagaimana memahami market lebih mendalam, dan bagaimana marketing yang lebih efektif dan efisien. Semuanya bisa dilakukan dengan media sosial. read more

Sebenarnya ini sudah artikel ke-8, tapi artikel-artikel sebelumnya sudah hilang karena tidak di-backup *ceileh pake penulisan TTKI*. Nah, di artikel ini saya akan menuliskan sedikit catatan dari mata kuliah Design Thinking for Innovation. Mata kuliah ini merupakan salah satu mata kuliah di semester pendek jurusan Entrepreneurship a.k.a Kewirausahaan ITB). Di pertemuan pertama, kami mendapatkan materi mengenai Disruptive Innovation dari Pak Eko (dosen Tamu sepertinya, ngajar sekali).

Apa sih “Disruptive Innovation”?

Disruptive Innovation adalah inovasi yang membuat produk-produk atau bisnis-bisnis sebelumnya mati (disrupt the existing products or business environment). Bukan dengan menawarkan kualitas yang lebih baik, tapi Disruptive Innovation justru menawarkan kualitas produk yang rendah. Kualitasnya dibawah produk lain, dan dibawah apa yang diminta pasar. Kurang lebih seperti ini jika diilustrasikan : read more